Thursday, April 19, 2018

Bahaya Membeli Ponsel Black Market, Ketahui Sebelum Membeli!

Bahaya Membeli Ponsel Black Market

rudypratama.com - Ponsel black market biasanya banyak tersebar di kota batam. dikota inilah ponsel black market banyak beredar. karena kota batam adalah kota bebas perdagangan, banyak dari mereka yang memburu ponsel black market di sana untuk dijual kembali.

Saat ini, ponsel black market sudah banyak beredar di Indonesia dan biasanya dijual secara online dengan harga yang menggiurkan. Tapi tentu ada kerugian kalo anda memutuskan ingin membeli ponsel black market ini. Apa aja ya kerugiannya? simak ulasannya berikut ini.

1. Resiko Mendapat Ponsel Bundling

Ponsel Bundling adalah sebutan untuk produk ponsel yang terikat kontrak dengan operator seluler tertentu. Di Black Market ternyata banyak ponsel yang sudah di-bundling sehingga penggunaannya diatur oleh operator yang terikat kontrak dengan produk ponsel tersebut.

Mungkin bukan masalah besar jika operator tersebut merupakan operator dari dalam negeri, tapi ponsel BM yang di-bundling terikat kontrak dengan operator dari luar negeri atau negara di mana ponsel tersebut berasal. Jika anda mendapat ponsel seperti ini, anda gak akan bisa menggunakan SIM card dan mengakses ponsel secara penuh.

2. Tidak Ada Garansi Resmi

Dikarenakan produk Black Market tidak melewati bea cukai dan bisa dikatakan sebagai barang ilegal, maka tentu saja anda gak akan mendapatkan garansi resmi jika membeli ponsel BM. Hal ini tentu sangat berisiko, karena garansi resmi sangatlah penting bagi pembeli untuk jaminan barang yang dibeli.

Tidak adanya garansi resmi membuat anda kesulitan jika ingin mengklaim garansi karena harus mendatangi negara tempat produk tersebut dibuat. Penjual pun gak akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa pada saat anda menggunakan ponsel BM yang anda beli.

3. Keaslian Tidak Pasti

Meskipun ponsel BM umumnya merupakan produk original yang didatangkan dari luar negeri, namun ada saja oknum yang justru menjual produk replika. Jika seseorang masih awam dan belum begitu paham berbelanja di Black Market, maka kemungkinan mendapatkan produk palsu akan lebih besar. Bahkan, ada produk yang dijual di Black Market yang merupakan barang pabrik yang gagal uji coba serta ada juga barang rusak yang diperbaiki semulus mungkin.

4. Risiko Rusak

Meskipun ponsel BM dikatakan merupakan barang berkualitas, bukan berarti anda aman dari ancaman kerusakan. Apa pun bisa terjadi, ponsel BM anda bisa saja rusak karena faktor tertentu. Misalnya, karena ulah anda sendiri atau justru karena ponsel tersebut memang tidak berkualitas.

Nah, jika ponsel BM anda mengalami kerusakan, maka memperbaikinya tidaklah semudah anda memperbaiki ponsel yang dibeli secara resmi. Seperti yang dikatakan sebelumnya, ponsel BM gak memiliki garansi dan umumnya merupakan produk dari luar negeri. Jadi, memperbaikinya pun akan sangat sulit, bahkan berisiko gak bisa diperbaiki sama sekali.

5. Ancaman Blokir

Sejak semakin maraknya ponsel BM di Indonesia, pemerintah mulai berusaha meminimalisasi masuknya ponsel ilegal ini dengan berbagai tindakan seperti melakukan razia di perdagangan ponsel dan lainnya. Akan tetapi, hal tersebut belum efektif sebab hingga kini masih ada banyak ponsel BM yang diperjualbelikan.

Oleh karena itu, pemerintah bekerja sama dengan Kominfo dan operator seluler untuk melakukan pemblokiran IMEI terhadap ponsel BM. Hal ini tentu merugikan para pengguna ponsel BM karena bisa saja sewaktu-waktu ponselnya tidak bisa digunakan lagi karena telah diblokir oleh pemerintah.
Artikel Menarik Lainya
Itulah beberapa hal jika anda membeli ponsel Black Market. Jika anda pernah atau mungkin sedang tergiur dengan ponsel-ponsel murah di Black Market, maka sebaiknya anda berpikir ribuan kali sebelum memutuskan untuk membelinya.(Kamis, 19/04/2018)


EmoticonEmoticon